Jaminan Mutu sebagai Pondasi Keunggulan Institusi

Keterjaminan mutu di suatu perguruan tinggi sejatinya merupakan wujud akuntabilitas kampus kepada publik, selain sebagai sebuah mandat aturan perundangan yang berlaku. Tidak hanya itu,  tuntutan dan harapan pemangku kepentingan yang dinamis dari waktu ke waktu pun harus senantiasa ditingkatkan agar dapat terwujud peningkatan mutu secara berkelanjutan atau Kaizen. Hal ini yang mengemuka dalam kunjungan kerja benchmarking ke sejumlah instansi penjaminan mutu di UGM, UB, UIN Maulana Malik Ibrahim dan Universitas Muhammadiyah Malang di pekan pertama Desember 2021.  Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya evaluasi diri sekaligus mengidentifikasi ruang-ruang peningkatan, khususnya terkait penjaminan mutu.

Koordinator Pusat Penjaminan Mutu (Pusjamu) LP3M Unsoed, Gratiana Wijayanti, Ph.D mengungkapkan, bahwa sejumlah hal mengemuka dan perlu menjadi bagian dari peningkatan kualitas penjaminan mutu di Unsoed, yakni pengukuran dan evaluasi tingkat kepuasan pemangku kepentingan baik internal maupun eksternal.  “ Selain itu internalisasi budaya mutu pada semua level mulai dari pimpinan universitas hingga program studi, dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa, serta komitmen untuk melaksanakannya secara berkelanjutan juga menjadi hal yang tidak terpisahkan, “ urainya.

Pusjamu sendiri merupakan salah satu unit di LP3M Unsoed yang memiliki peran strategis dalam mengembangkan dan melaksanakan sistem penjaminan mutu pendidikan. Sejumlah hal seperti Audit Internal Mutu Akademik (AIMA), pendampingan akreditasi serta penyusunan, pengkajian dan pengembangan dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal merupakan fungsi utama Pusjamu dalam turut serta mendukung dan memastikan akuntabilitas institusi khususnya dalam substansi akademik.