Pelatihan PEKERTI Bagi Dosen UNSOED

Untuk lebih meningkatkan profesionalisme dosen muda, maka dibutuhkan pelatihan keterampilan pedagogik yaitu PEKERTI (Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional). Pusat Pengembangan Pembelajaran Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) melaksanakan Pelatihan Program Keterampilan Dasar Teknik Instruksional PEKERTI bagi para dosen Universitas Jenderal Soedirman pada hari Senin sampai dengan Jumat tanggal 13 sampai dengan 17 Juni 2022 di Ruang Rapat LP3M. Pembukaan Pelatihan PEKERTI dihadiri oleh Wakil Rektor III Unsoed, Ketua LP3M, Sekretaris LP3M, Koorpus dan Anggota Pusat Pengembangan Pembelajaran LP3M, Para Fasilitator dan Para Peserta PEKERTI. Peserta PEKERTI berjumlah 35 Dosen dari berbagai fakultas di Universitas Jenderal Soedirman yang telah melalui seleksi dari pendaftar sejumlah 60 dosen.

Berdasarkan surat edaran resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi nomor 1955/E4/KK.01.01/2021 pada tanggal 11 Juli 2021 tentang Hasil Seleksi Penyelenggara Pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) dan Applied Approach (AA) SERDOS SMART Tahun 2021, Universitas Jenderal Soedirman adalah salah satu Perguruan Tinggi yang tersebut lolos seleksi proposal penyelenggara pelatihan Pekerti/AA. Oleh karena itu segala penyelenggaraan pelatihan PEKERTI dimulai dari jadwal acara, peserta dan legalitas Pusat Pengembangan Pembelajaran sudah sesuai aturan yang berlaku.

Rektor, dalam sambutannya yang disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Kuat Puji Prayitno, S.H., M.Hum menyampaikan bahwa pola pengajaran harus berkembang sesuai dengan motivasi dan komunikasi era saat ini. “ Tugas terbesar pendidik saat ini adalah menginspirasi ! Merangsang kreativitas dan inovasi, memantik kebaruan ide dan gagasan, serta membangun kesadaran nalar dan kepekaan, dalam hal ini mahasiswa, “ ungkapnya. Ditambahkannya, pendidik diharapkan mampu membuat mahasiswa berpikir melampaui sekat-sekat ego sektoral ilmu pengetahuan, sehingga, dengan berbekal disiplin ilmu yang dipelajari, kelak setelah mereka lulus, mereka menjadi pribadi yang luwes dalam berdinamika meski tetap tegak lurus dalam logika.