Pusat MBKM Berbagi Pengalaman MBKM di Institut Teknologi Sumatera


Regulasi, tata kelola serta kebersamaan seluruh pemangku kepentingan jadi kunci implementasi MBKM di Unsoed. Hal ini diungkapkan oleh Koordinator Pusat MBKM LP3M Unsoed, Ahadiyat Yugi Rahayu,D.Tech.Sc. saat menjadi narasumber pada Workshop Tata Kelola MBKM yang digelar Institut Teknologi Sumatera (ITERA) Lampung (14/11).“ Memasuki masa depan dengan kekhasan revolusi industri 4.0 dan society 5.0, maka lulusan perguruan tinggi harus siap bekerja secara mandiri sekaligus bekerjasama dan berkomunikasi dalam tim,dan MBKM menjadi sarana belajar yang sangat baik bagi mahasiswa untuk bersiap di dunia kerja, “ jelasnya.

Yugi menambahkan, agar dalam penerapannya sejalan dengan capaian pembelajaran yang telah ditetapkan, maka hal pertama adalah adanya peraturan. “ Unsoed memiliki regulasi terlebih dahulu, yakni peraturan rektor sebagai dasar untuk menyusun pedoman-pedoman yang berkaitan dengan MBKM hingga prosedur operasional bakunya. “ urai ahli Agroekologi tersebut. Dijelaskannya, untuk menerjemahkan hal tersebut Unsoed membentuk Pusat MBKM di bawah Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu sebagai bagian dari mengakselerasi termasuk monitoring dan evaluasi implementasi MBKM di Unsoed. Tidak hanya itu, Yugi juga mengungkapkan bahwa kunci dari keberhasilan MBKM salah satunya adalah komunikasi yang baik semua dengan mitra, termasuk dukungan dari alumni.

“ Alhamdulilah, dari waktu ke waktu minat mahasiswa ber-MBKM selalu naik di Unsoed, termasuk ragam bentuk kegiatan pembelajaranya. “ pungkasnya di kegiatan yang diikuti oleh unsur pimpinan di tingkat institut, lembaga, jurusan hingga program studi di ITERA tersebut.

Translate »