LP3M UNSOED Mengadakan Kuliah Umum Teleconference Bertema "Menjawab Tantangan Emerging Skill di Era Industri 4.0"

"Pendidikan adalah apa yang terjadi dalam dua ruang, yaitu di kelas murid dan guru, serta di rumah orang tua dan anak. Teknologi tidak bisa menggantikan dua koneksi itu, namun teknologi dapat membantu untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan berbagai efisiensi". Begitu kira-kira yang dikatakan Mendikbud Nadiem Makarim.

Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran, LP3M-UNSOED mengadakan kuliah umum untuk mahasiswa. Tema yang diangkat adalah "Menjawab Tantangan Emerging Skill di Era Industri 4.0". Kuliah ini dilakukan dengan cara teleconference dengan pakar Teknologi Informasi UGM, Dr. Sri Suning Kusumawardani. Pembicara kedua adalah Dr. Edi Santosa, Pakar Komunikasi Cyber UNSOED, yang memberikan materi langsung pada ruang kuliah. Diskusi dilakukan dengan sistem teleconference, dimana kedua pembicara menjawab pertanyaan yang diberikan peserta.

Acara dibuka dengan sambutan-sambutan yang dilakukan secara teleconference oleh Rektor UNSOED, Ketua LP3M UNSOED, dan Kepala Pusat Inovasi dan Kajian Akademik (PIKA) UGM. Rektor UNSOED, Prof. Dr. Suwarto menyampaikan ucapat terimakasih kepada Dr. Sri Suning Kusumawardani dan Dr. Edi Santosa. Menurut Rektor, kuliah umum ini cukup istimewa, karena narasumber berada jauh dari UNSOED yaitu di UGM, dengan mahasiswa yang tersebar di berbagai lokasi di UNSOED (Fakultas Teknik di Purbalingga, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan di Karangwangkal, Fakultas Ilmu Budaya di Karangwangkal dan Rektorat UNSOED). Rektor juga berharap agar kuliah ini berjalan lancar dan memberikan manfaat yang besar. Sambutan berikutnya disusul ketua LP3M UNSOED, Ir. Suprayogi, Ph.D yang menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dr. Sri Suning Kusumawardani, Kepala Pusat Inovasi dan Kajian Akademik (PIKA) UGM, atas kerjasamanya, disertai harapan semoga Unsoed dan UGM semakin bisa bersinergi dalam pengembangan pembelajaran. Ketua LP3M UNSOED juga menyampaikan terima kasih kepada pembicara kedua, Dr. Edi Santosa, dan juga semua Tim LP3M yg telah memungkinkan kuliah umum berbasis daring berjalan dengan baik. Kepala Pusat Inovasi dan Kajian Akademik (PIKA) UGM, Dr. Hatma Suryatmojo, yang juga memberikan sambutan secara teleconference berharap bisa terjalin kerjasama yang lebih lanjut dalam pengembangan pembelajaran antara UNSOED dan UGM. UGM sendiri telah menerapkan pembelajaran blended learning dengan porsi pembelajaran daring sebesar 40%.

Acara dilanjutkan dengan kuliah umum. Dr. Sri Suning Kusumawardani menerangkan skill-skill apa saja yang ke depan akan menjadi profesi baru, sehingga penting bagi mahasiswa untuk menguasai skill-skill itu. Bagaimanapun caranya, entah melalui mata kuliah di kampus maupun melalui pembelajaran online yang banyak tersedia. Ada 75 juta pekerjaan akan hilang dan digantikan oleh Artificial Intelligent. Namun, akan muncul 133 jenis pekerjaan baru yang merupakan transformasi digital dari pekerjaan-pekerjaan sebelumnya. Cognitif Flexibility, kemampuan untuk secara flexibel menguasai bidang-bidang yang dibutuhkan menjadi sangat penting. Semua bidang ilmu akan memerlukan transformasi digital, sehingga UGM menawarkan mata kuliah Transformasi Digital yang sepenuhnya dilakukan secara daring. Mata kuliah ini ditawarkan untuk semua mahasiswa dari bidang apapun.

Sementara itu, Dr. Edi Santosa menekankan pentingnya membangun jejak digital positif untuk pengembangan karir ke depan. Interaksi pasif maupun aktif dengan media sosial perlu mempertimbangkan jejak yang akan ditinggalkan. Jejak digital, menurut Edi Santosa adalah abadi, terekam dari server ke server. Perlu untuk menjadi otentik, proaktif, kreatif dalam dunia maya, sehingga mahasiswa dapat dikenal oleh perusahaan sebagai pribadi yang positif. Pada sisi lain, jangan sampai ekspresi kita yang melampaui batas-batas etika menjadi jejak digital negatif yang membuat karakter kita mati. Sulit mencari kerja dan lain-lain.

Koordinator Pusat Pengembangan E-Learning, Dr. Ardiansyah menjelaskan, bahwa e-learning tidak hanya pebelajaran asynchronous (beda tempat dan beda waktu) menggunakan LMS (Learning Management System), namun bisa juga synchronous berupa teleconference. Teleconference akan menghemat biaya dan memungkinkan pembicara dari dalam dan luar negeri bisa hadir secara virtual untuk meningkatkan atmosfir akademik di UNSOED. Sementara Anggota Pusat Pengembangan E-Learning, Eko Murdyantoro, M.T. menambahkan perkembangan layanan teleconference semakin banyak dan mudah. Kalau tahun 2013 kita mengunakan berbagai perangkat keras yang mahal untuk mengadakan teleconference, sekarang fitur perangkat keras tersebut bisa digantikan dengan laptop dan aplikasi yang banyak tersedia, sebutlah zoom, skype, atau webex, yang digunakan pada kegiatan ini. Seharusnya kemudahan ini membuat berbagai unit di UNSOED bisa sering menyelenggarakan kegiatan ini pada waktu mendatang.

Kuliah umum dengan teleconference ini menjadi program LP3M untuk tahun 2020, sehingga akan diselenggarakan lagi dengan mengundang berbagai pembicara dari dalam dan luar negeri.

Kilas LP3M

Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2014 tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas Jenderal Soedirman.

Selengkapnya →

Kontak Kami

Office :
Jl. Kampus No. 1
Grendeng
Purwokerto Utara
53122

0281-623824

lp3m@unsoed.ac.id, lp3m.unsoed@gmail.com

Berlangganan Berita LP3M: